AIIMNEWS.COM — Rencana pelaksanaan event Ketupat offroad yang sedianya digelar di sirkuit Metika dalam rangka memeriahkan lebaran ketupat terpaksa dibatalkan. Hal ini disebabkan karena izin dari pihak Kepolisian tidak kunjung diterbitkan hingga mendekati hari pelaksanaan.
Ketua panitia penyelenggara, Musrif Hadi dalam keterangannya menyampaikan komunikasi terkait dengan persoalan izin sudah dilakukan jauh sebelum kegiatan dilaksanakan. Bahkan semua persyaratan untuk pengurusan izin sudah lengkap dan diantarkan ke Polres Gorontalo.
“Komunikasi ini sudah terjalin dengan pihak Polres Gorontalo, antara Selasa dan Rabu saya datang ke Polres dan sudah saya sampaikan bahwa saya mau bikin ivent lagi, dan iya kata petugas yang dari Polres,” ungkap Musrif Hadi.
Event offroad tersebut dikatakan Musrif sudah yang kesekian kalinya sejak tahun 2015 dan sejak tahun itu kegiatannya berjalan aman dan lancar. Nanti tahun ini izin dari kepolisian itu tidak dikeluarkan. Padahal sebelumnya telah disampaikan bahwa izin itu akan dikeluarkan.
“Hari Jumat itu saya dapat telepon dari pihak Polres bahwa yang mana mereka sudah mau menuju lokasi kegiatan sekaligus sudah bawa izinnya. Sekitar jam 10 pagi tiba-tiba saya ditelepon oleh orang yang sama untuk mengatakan kalau kegiatan saya ini digeser di hari Minggunya,” kata Musrif Hadi.
Setelah mendapatkan informasi adanya pengunduran acara kegiatan yang tadinya akan dilaksanakan pada Jumat, Sabtu 27 dan 28 Maret 2026, Musrif Hadi kemudian mempertanyakan alasan tersebut.
“Setelah saya di telepon saya tanya, kenapa pak. Terus pak kasat Intel bilang mohon maaf, saya baru dapat telepon dari Dir Intel Polda Gorontalo, sesuai informasi yang saya terima kegiatannya pak Mus digeser hari Minggu. Terus saya bilang tidak bisa pak undangannya sudah tersebar dan persiapannya sudah 100 persen,” jelasnya.
Pembatalan ini membuat dirinya kacau balau sampai tidak bisa berkata-kata dan tentunya juga disayangkan oleh berbagai pihak, terutama para peserta, komunitas offroad yang telah menantikan event tersebut, ditambah lagi mereka pelaku UMKM yang sudah sejak jumat pagi stay berjualan.
“Kami berharap ke depan event ini tetap bisa terlaksana dengan lebih matang dan tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap Musrif Hadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan Ketupat Offroad itu dilaksanakan oleh komusitas Indonesia Offroad Federation (IOF) yang kemudian batal dilaksanakan dikarenakan izin dari kepoilisian tidak keluar.
“Ibu Wagub kapasitasnya hadir untuk membuka kegiatan itu. Akan tetapi karena sampai dengan sore izinya belum keluar, sehingga kegiaannya batal dilaksanakan,” kata Sultan.
“Komunitas IOF sudah menyampaikan informasi ini kepada kami Dinas bahkan kami sebenarnya mendukung kegiatan ini tetapi bentuk dukungannya adalah dukungan hanya memberikan bonus. Tetapi karena batal, maka bonus pun tidak diberikan,” tandas Sultan Kalupe.
(redaksi/aiim)





