Sitaan Emas 1 Kilogram di Bandara Djalaludin Hingga Kini Belum Ada Tersangka

Ilustrasi foto sitaan emas 1 kilogram
Ilustrasi foto sitaan emas 1 kilogram

AIIMNEWS.COM – Kasus penyitaan emas seberat 1 kilogram di Bandara Djalaludin Gorontalo hingga kini masih menyisakan tanda tanya.

Pasalnya, meski barang bukti telah diamankan, aparat penegak hukum belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Peristiwa penyitaan emas itu terjadi pada akhir bulan Mei 2026 lalu di Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo.

Petugas keamanan bandara bersama aparat terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan emas yang diduga akan dibawa keluar daerah tanpa dokumen resmi.

Dari hasil pemeriksaan awal, emas tersebut ditemukan dalam kemasan mencurigakan yang dibawa oleh seorang penumpang.

Namun, hingga kini identitas pemilik maupun pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikan emas tersebut masih dalam proses pendalaman.

Pihak kepolisian dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan.

Waka Polres Gorontalo, saat diwawancarai media terkait penyelundupan emas, foto/aiimnews.com
Waka Polres Gorontalo, Kompol Wanda Dhira Bernard saat diwawancarai media terkait penyelundupan emas, foto/aiimnews.com

“Kami sudah memeriksa saksi ahli, kami juga sudah melakukan titik koordinat dan penimbangan secara resmi di pegadaian,” kata Waka Polres Gorontalo, Kompol Wanda Dhira Bernard.

Keterangan Kompol Wanda Dhira Bernard, berdasarkan pemeriksaan mereka, barang emas itu berasal dari wilayah Bolaangmongondow Selatan (Bolsel).

“Barang bukti emas sementara diamankan di Polres Gorontalo. Ada fotonya,” ujarnya.

Untuk penetapan tersangka terhadap pelaku emas 1 kilogram kata Kompol Wanda Dhira Bernard, mereka masih akan melakukan pendalaman serta memeriksa semua saksi baru kemudian digelar perkara.

“Kita melakukan pendalaman dulu. Kemudian pemeriksaan saksi-saksi belum semua. Nanti setelah semua itu kita padukan, baru kita lakukan gelar,” tandas Kompol Wanda Dhira Bernard.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat sebelumnya juga pernah terjadi upaya penyelundupan emas di bandara yang sama. Hal tersebut menimbulkan dugaan adanya jaringan yang berulang kali mencoba memanfaatkan jalur penerbangan untuk aktivitas ilegal.

(redaksi/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait