Proyek Pekerjaan RSUD Ainun Habibie Mangkrak, Direktur Bungkam

Kondisi bangunan pekerjaan Gedung RSUD Ainun Habibie yang terbengkalai akibat putus kontrak, foto (aiimnews.com/Herman Abdullah)
Kondisi bangunan pekerjaan Gedung RSUD Ainun Habibie yang terbengkalai akibat putus kontrak, foto (aiimnews.com/Herman Abdullah)

AIIMNEWS.COM – Pekerjaan proyek pembangunan ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ainun Habibie yang berada di Limboto, Kabupaten Gorontalo, kembali menjadi sorotan publik. Sabtu (26/4/2025).

Proyek yang digadang-gadang akan menjadi rumah sakit rujukan unggulan di Provinsi Gorontalo itu, kini terlihat mangkrak dan tanpa aktivitas berarti di lapangan. Ironisnya, Direktur RS Ainun Habibie memilih bungkam saat dimintai keterangan.

Bacaan Lainnya

Kondisi Proyek Memprihatinkan

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah fasilitas bangunan belum rampung sepenuhnya. Beberapa bagian bahkan terlihat terbengkalai dan tidak ada aktivitas pekerja.

Padahal proyek ini telah menelan anggaran yang tidak sedikit dan semestinya menjadi prioritas dalam peningkatan layanan kesehatan di Gorontalo.

Beberapa elemen masyarakat turut mempertanyakan kelanjutan proyek ini. “Kami sempat berharap rumah sakit ini cepat selesai supaya akses layanan kesehatan jadi lebih dekat dan nyaman. Tapi sekarang sudah lama tidak ada kegiatan,” ujar Iwan, warga Limboto.

Upaya konfirmasi kepada Direktur RS Ainun Habibie tak membuahkan hasil. Saat ditemui di kantornya, pihak humas rumah sakit menyatakan bahwa Direktur belum bisa memberikan pernyataan resmi terkait proyek tersebut. Pesan dan permintaan wawancara yang dikirimkan juga tidak direspons hingga berita ini diturunkan.

Sikap diam dari pimpinan rumah sakit memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat mengenai transparansi pengelolaan proyek dan nasib kelanjutannya.

Sebelumnya, Paket proyek pembangunan gedung rawat inap di Rumah Sakit (RS) Ainun Habibie dengan nilai miliaran rupiah telah dinyatakan putus kontrak.

Pemutusan kontrak tersebut disampaikan langsung oleh Direktur RS Ainun Habibie, Fitriyanto Rajak saat dikonfirmasi, Senin (30/12/2024). Fitriyanto Rajak menyebut bahwa kontrak itu bernilai Rp 25.9 Miliar.

“Nilai kontraknya di Rp 25.9 Miliar sekian. Angka pasti koma itu saya kurang hapal,” ungkap Direktur sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Fitriyanto Rajak.

Diketahui pula, proyek pekerjaan pembangunan Gedung rawat inap RS Ainun Habibie yang dikerjakan oleh PT Alqybar Resky Mandiri telah melakukan termin atau pembayaran yang dilakukan secara bertahap pada progres pekerjaan 23 persen dengan nilai Rp 4.7 Miliar.

Paket proyek pekerjaan pembangunan Gedung rawat inap juga bersumber dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai kontrak Rp 25.941.012.317,18 dan waktu pelaksanaan 225 hari kalender tanggal 21 Mei S/D 31 Desember 2024.

(ha/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait