Dua Pasien Suspek Campak Dirawat di RS Dunda Limboto Pasca Lebaran

Sumber: Alodokter, Ilustrasi penyakit campak
Sumber: Alodokter, Ilustrasi penyakit campak

AIIMNEWS.COM – Pasca perayaan Idulfitri dan lebaran ketupat, dua pasien berstatus suspek campak dilaporkan tengah menjalani perawatan di RSUD M.M. Dunda Limboto. Keduanya dirujuk setelah menunjukkan gejala yang mengarah pada penyakit menular tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh, kedua pasien itu berasal dari dua wilayah yang ada di Kabupaten Gorontalo. Yakni pasien satu dari kecamatan Bongomeme dan Limboto. Kedua pasien tersebut merupakan seorang anak berusia satu dan lima tahun.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Noneng Nasibu mengatakan, dirinya baru saja menerima laporan terkait adanya pasien yang dirawat di RS Dunda Limboto.

“Tadi kami menerima laporan dari RS Dunda ada dua pasien yang sementara dirawat. Dua pasien itu suspek campak. Hasil pemeriksaan klinisnya campak,” ungkap Noneng Nasibu.

Khusus Kabupaten Gorontalo, tercatat di tahun 2025 kasus campak barada diangka 183. Sementara untuk tahun 2026 di minggu ke 12 ada 17 kasus campak. Meski mengalami penurunan angka kasus, namun upaya pencegahan penyakit yang menular tersebut sungguh harus diwaspadai, terutama kepada anak.

“Penyakit campak ini adalah penyakit yang menular sehingga untuk pencegahannya itu harus dilakukan imunisasi secara bertahab. Khas dari penyakit campak itu pertama kali muncul kemerahan itu dibelakang telinga yang disertai bapil, demam serta mata merah,” jelas Noneng Nasibu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala serupa. Pemerintah daerah juga terus meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi penyebaran lebih luas di wilayah Kabupaten Gorontalo.

(redaksi/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait