AIIMNEWS.COM – Baru-baru ini, sejumlah tenaga kebersihan menghadapi permasalahan terkait dengan pengurangan tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Di Kabupaten Gorontalo, sebanyak 97 tenaga honorer dirumahkan karena tidak terdaftar dalam database tenaga kerja yang diakui pemerintah.
Dari total 131 pekerja, hanya 34 yang dipertahankan, menyebabkan operasional pengangkutan sampah terganggu dengan hanya tiga petugas yang tersisa dan dua sopir.
Kepala DLH Kabupaten Gorontalo, Anita Hippy kepada media aiimnews.com menyampaikan, memang benar bahwa pasukan yang ada di DLH Kabupaten Gorontalo yang tadinya dirumahkan, kini kembali diaktifkan.
“Pasukan ini sebenarnya bukan dirumahkan. Tetapi beberapa hari ini kami istirahatkan dulu sambil menunggu proses sistem penggajian mereka. Kami masih mencari solusi tentang masalah itu,” ujar Anita Hippy.
Anita Hippy ini menerangkan, sebenarnya gaji mereka tersedia. Hanya sistemnya yang masih dicarikan solusinya agar tidak menyalahi aturan dari pusat. Sehingga, dengan melihat kondisi yang ada, masalah ini kemudian mulai bisa mendapatkan solusi.
“Langkah-langkah yang akan diambil setelah melihat kondisi sekarang, maka beberapa petugas kebersihan yang khusus di lokasi yang urgent sudah diaktifkan dan semoga solusi lainnya juga secepatnya akan bisa segera didapat dan bisa menyelesaikan masalah ini,” ucap Anita Hippy.
“Kalau tidak seperti itu, jadi bagaimana kota ini, siapa lagi yang akan membersihkan, Insya Allah juga hari senin akan dirumuskan lagi dengan pak Sekda dan OPD terkait,” tandas Anita Hippy.
(ha/aiim)





