AIIMNEWS.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya resmi memecat Wahyu Moridu dari keanggotaan partai.
Keputusan tersebut diambil usai viralnya pernyataan kontroversial Wahyu yang dianggap mencederai etika partai dan mencoreng nama baik PDIP.
Pemecatan diumumkan secara resmi oleh pengurus DPD PDIP Provinsi Gorontalo dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (9/9/2025).
La Ode Haimudin, selaku Sekretaris DPD PDIP Provinsi Gorontalo menyatakan, tindakan Wahyu tidak bisa lagi ditolerir dan dinilai bertentangan dengan prinsip ideologi serta disiplin organisasi.
“Partai telah memproses pemecatan yang bersangkutan. Karena nyata-nyata melanggar disiplin partai, norma dan nilai yang harus dijunjung tinggi oleh seorang kader partai,” tegasnya.
Kemudian ia juga menambahkan bahwa, partai PDIP sangat kecewa dengan perilaku atau sikap yang tidak terpuji yang dimiliki oleh seorang kader tersebut.
Sehingga terhadap Wahyu Moridu, DPP PDIP telah resmi mengeluarkan Sanksi terberat. Yakni dengan memecat dari anggota DPRD Provinsi Gorontalo serta mencabut anggota sebagai kader PDIP.
“Partai akan menyiapkan pengganti yang bersangkutan di DPRD Provinsi Gorontalo sesuai dengan mekanisme yang ada,” ujar La Ode Haimudin.
Sebelumnya, Wahyu Moridu menjadi sorotan usai videonya beredar luas di media sosial, di mana ia melontarkan pernyataan kontroversial yakni ‘Rampok Uang Negara’ serta ‘Kita miskinkan Negara’. Hal ini memicu reaksi keras dari publik, mahasiswa, hingga Badan Kehormatan DPRD.
PDIP juga menegaskan bahwa keputusan ini menjadi bentuk komitmen partai dalam menegakkan disiplin kader dan menjaga kepercayaan rakyat.
(ha/aiim)





