Tercatat 3000 an Warga Terdampak Banjir di Gorontalo, Bantuan Secukupnya?

Kondisi rumah yang terdampak banjir di Kabupaten Gorontalo, foto/Ist
Kondisi rumah yang terdampak banjir di Kabupaten Gorontalo, foto/Ist

AIIMNEWS.COM – Warga di Kabupaten Gorontalo tercatat kurang lebih 3000 an korban yang terdampak banjir.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo ada tiga Kecamatan yang kini terdampak banjir dan masih melakukan pengungsian di posko-posko terdekat.

Bacaan Lainnya

Hujan yang kurang lebih sepekan ini mengakibatkan korban banjir di tiga lokasi tersebut bertambah. Para warga kerap mencari alternatif pengungsian.

Kondisi rumha warga yang terendam banjir, foto/Ist
Kondisi rumah warga yang terendam banjir, foto/Ist

Dari catatan BPBD Kabupaten Gorontalo, ada 1455 KK, 915 unit rumah dan 3978 jiwa, korban banjir yang ada di tiga kecamatan, Yakni, Kecamatan Limboto, Talaga Jaya dan Tilango.

Banjir terjadi akibat meluapnya Danau Limboto serta intensitas curah hujan yang tinggi. Beberapa wilayah yang terdampak paling parah di antaranya Kecamatan Limboto, Telaga Jaya, dan Tilango. Banyak rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 50 cm hingga 1 meter.

Bantuan Mulai Disalurkan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo telah mulai menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.

Namun, hingga kini masih muncul pertanyaan di kalangan masyarakat terkait kecukupan bantuan yang diberikan. Beberapa warga mengaku belum mendapatkan bantuan secara merata, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.

“Bantuan memang ada, tapi masih kurang untuk memenuhi kebutuhan semua warga terdampak. Kami berharap ada distribusi yang lebih merata,” ujar salah seorang warga yang terdampak banjir.

Sementara itu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, memastikan bahwa pihaknya akan terus berupaya menyalurkan bantuan sebaik mungkin.

“Kami memahami kondisi warga, dan tim sudah bergerak cepat untuk mendistribusikan bantuan. Kami juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan,” katanya.

Tak hanya itu, kata Nelson kondisi banjir tak bisa dibiarkan terus menerus seperti ini. Maka harus ada acara yang dilakukan. Beberapa titik ini telah menjadi lokasi langganan banjir.

“Maka kanal itu harus kita selesaikan, karena kanal itu bagian dari mengurangi banjir yang ada di sekitar danau Limboto ini,” ujarnya.

Harapan untuk Langkah Mitigasi

Selain bantuan darurat, warga berharap ada langkah jangka panjang untuk mencegah banjir yang terus terjadi setiap musim hujan. Normalisasi sungai dan perbaikan drainase menjadi salah satu solusi yang diharapkan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah daerah.

Warga terdampak banjir menggunakan perahu sebagai alat transportasi mereka, foto/Ist
Warga terdampak banjir menggunakan perahu sebagai alat transportasi mereka, foto/Ist

Hingga saat ini, cuaca di Gorontalo masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan segera melapor kepada pihak berwenang jika banjir semakin meluas.

(ha/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait