AIIMNEWS.COM – Sejumlah wali murid menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Keluhan tersebut muncul karena dinilai kurang menyesuaikan dengan kondisi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Beberapa orang tua siswa menilai distribusi makanan pada jam sekolah menjadi kurang efektif, sebab sebagian besar siswa memilih untuk membawa pulang makanan tersebut untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Namun, dalam praktiknya, ada kekhawatiran terkait kualitas makanan yang dikhawatirkan tidak lagi dalam kondisi layak konsumsi ketika waktu berbuka tiba.
“Termasuk anak saya yang lagi sekolah itu dimintakan untuk membawa tempat makan untuk pembagian MBG hari ini kemudian dibawah pulang ke rumah,” ujar Rahmat Ichsan salah satu wali murid yang ada di Limboto, Senin, (23/2/2026).
Rahmat Ichsan kemudian mengatakan, saat ini masih bulan suci ramadan. Alangkah lebih baik untuk pendistribusian MBG ini di stop dulu. Ini justru malah siswa dimintakan tempat untuk MBG.
“Padahal ini kan bulan Ramadan. Kalau bisa pihak MBG ya, diselama Ramadan ini boleh di stop dulu MBG nya untuk menghargai bulan suci Ramadan,” kata Rahmat Ichsan.
Kalau ini dibiarkan tambah Rahmat Ichsan, mereka sebagai orang tua yang kerap memberikan pembelajaran atau pemahaman kepada anak untuk bisa berpuasa di bulan suci ramadan, sia-sia.
“Kita sebagai orang tua ini terus mengajarkan, melatih anak-anak kita agar bisa berpuasa, di sekolah ada pesantren kilat, kok dibagi makanan. Ini sama saja mendidik anak bangsa kepada hal yang tidak baik. Anak pasti merasa terpancing dengan adanya pemberian makanan itu,” tambahnya.
Selain itu, Rahmat Ichsan meminta kepada Pemerintah Daerah setempat agar segera menindaklanjuti adanya pembagian MBG di bulan ramadan ini. Sebab ini berkaitan dengan orang tua yang mendidik anak mereka untuk bagaimana bisa taat berpuasa dan beribadah. Namun di sisi lain MBG ada bagi-bagi makanan.
“Jangan sampai ini bagian dari pemborosan anggaran. Lagian tidak ada gunanya bagi makanan di pagi hari saat bulan suci ramadan kepada anak sekolah seperti ini,” tandas Rahmat Ichsan.
(ha/aiim)





