Rentetan Peristiwa Dialami Lurah Molosipat U, Hingga Pada Puncak Kesabarannya

Lurah Molosipat U di dampingi suami dan kuasa hukumnya, (foto/aiimnews.com)
Lurah Molosipat U di dampingi suami dan kuasa hukumnya, (foto/aiimnews.com)

AIIMNEWS.COM – Lurah Molosipat U, Nikmat Alimullah, menjadi perhatian publik setelah menghadapi serangkaian peristiwa yang menguji kesabarannya dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Kelurahan di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Rentetan kejadian ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi seorang lurah dalam menjalankan amanah dan melayani masyarakat.

Peristiwa [Pertama] terjadi saat lurah itu tengah menggelar kegiatan gerak jalan pada tanggal 15 Agustus 2024 dalam rangka memeriahkan HUT RI tingkat kelurahan Molosipat U. [Kedua], pada persiapan pawai 1 Muharam yang dimana lurah Molosipat mencapatkan pernyataan dari seorang camat Lukman Laisa yang tidak pantas seperti “Jangan ada Kecamatan dalam Kecamatan”, [Ketiga], pada rangkaian acara penutupan semarak perayaan HUT RI ke 79, Camat tersebut dengan sengaja tidak menghadiri acara penutupan tersebut, [Keempat], pada rapat ecaluasi khusus Kelurahan Molosifat U, Senin 19 Agustus 2024. Lurah tersebut seolah dianggap telah melangkar aturan tanpa menjelaskan secara rinci. [Kelima], pada persolanan penindakan Disiplindua pegawai di Kelurahan Molosipat U, [Keenam], pada persoalan pemberian nilai kierja pegawai (E-kin), yang secara sepihak meberikan penurunan nilai tampa ada penjelasan. [Ketujuh], dalam hal penyelesaian masalah yang ada di Kelurahan Molosipat U, Camat tersebut tidak pernah mengundang secara pribadi untuk menyelesaikannya yang ada justru camat tersebut melibatkan pihak lain yang tidak ada kaitannya dengan masalah yang dihadapi.

Bacaan Lainnya

Dari rentetan peristiwa itu, Camat Sipatana kembali melakukan pertemuan mediasi yang itu dilaksanakan pada Rabu, 13 November 2024. Dimana, harapan dari Lurah Molosipat U itu akan ada penyelesaian dalam masalah yang dihadapi.

“Saya berharap pak Camat dapat menyelesaikan secara bijak masalah ini, tetapi ternyata lagi-lagi pak camat tersebut juga mengundang Lurah se Kecamatan Sipatana yang tidak punya kaitan dalam masalah ini,” jelas Lurah Molosipat U.

Pada 14 November 2025, Camat kembali melaksanakan pertemuan yang itu menghadirkan unsur pemerintah yang dihadiri oleh Asisten I, Pemerintah Kota Gorontalo. Pertemuan pun masih tidak menuai hasil alias tertunda.

“Akibatnya seperti yang ada dalam potongan video yang beredar tersebut. Video itu hanya sepenggal yang diambil, sebelum video yang diambil pak Camat masih ada kegiatan lain. Sebab, pada saat itu adalah pertemuan mediasi,” kata Lurah Molosipat U.

Dari rentetan peristiwa yang dialami Lurah Molosipat U itu kemudian berefek pada dirinya yang tengah menjalankan pemerintahan di Kelurahan Molosipat U, Kota Gorontalo.

“Saya sudah kurang bersemangat, saya malu, sudah dikata-katain di muka orang banyak, Saya perempuan, saya sudah tidak tahan,” ujar Lurah Molosipat U sambil membilas air mata,

Lurah Molosipat U juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas dengan profesionalisme meskipun menghadapi berbagai rintangan. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan harmonis di Molosipat U.

Rentetan peristiwa ini menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin bukan hanya menghadapi tugas administratif, tetapi juga tantangan emosional dan sosial yang membutuhkan keteguhan hati.

(ha/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait