AIIMNEWS.COM – Isu mengenai keterlambatan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) di RS Bhayangkara Gorontalo akhirnya dijawab langsung oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Isu keterlambatan insentif itu tidak betul ya. Saya sudah membaca beberapa berita yang sumbernya tidak jelas. Jadi Rumah Sakit ini tidak ada gaji yang tidak terbayarkan,” kata Plt Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Gorontalo AKP, Lika Mustika Delima, kepada awak media.
AKP Lika Mustika Delima menjelaskan, mungkin keterlambatan itu karena alurnya, prosesnya. Sebab, rumah sakit Bhayangkara sendiri diketahui belum BLU. Sehingga berbeda dengan rumah sakit daerah lainnya.
“Secara prosesnya itu bertahap, kami pelaporan itu secara vertikal. Jadi, kami prosesnya lebih panjang. Itu tadi. Kalau mengukur waktu tidak tidak lama. Paling cepat itu dua bulan,” jelasnya.
Sehingga kata AKP Lika Mustika Delima, insentif itu tidak ada yang dibayarkan. Hanya butuh proses verifikasinya.
“Selama ini untuk insentif ya, Mungkin karena dari perawat atau sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu kurang paham alurnya seperti apa prosesnya,” tambahnya.
“Kami sering kali menginformasikan disetiap apel. Kalau misalkan pembagian insentif itu, di rumah sakit Bhayangkara yang sistem ya vertikal itu agak lama prosesnya. Setelah mendapat pendapatan kami setor dulu ke kas negara, kemudian butuh diverifikasi di Mabes Polri,” terang AKP Lika Mustika Delima.
(ha/aiim)





