AIIMNEWS.COM – Sebuah pesan berantai di grup WhatsApp (WAG) yang berisi ajakan untuk berdonasi kepada seorang bayi yang ditemukan warga, kini ramai diperbincangkan. Informasi ini cepat menyebar di berbagai platform media sosial, menarik perhatian banyak pihak.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terisi di dalam kardus yang ditemukan oleh warga di sebuah Kawasan jalan GORR. Warga itu kemudian segera melaporkan penemuan tersebut kepada pihak berwenang.
Seiring dengan viralnya informasi ini, beredar pesan dalam berbagai grup WhatsApp yang meminta bantuan donasi untuk kebutuhan sang bayi. Pesan tersebut berisi ajakan untuk memberikan bantuan berupa popok, perlengkapan mandi dan baju bayi serta susu.
Baca Juga: Bayi Perempuan Ditemukan Warga Terisi Dalam Kardus
Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Limboto Barat, Fatmawati Palilati, dikonfirmasi mengenai open donasi yang sudah beredar di WAG tersebut menyatakan bahwa, itu tidak ada. Hanya memang kondisi bayi ini kan memang tidak ada apa apa.
“Oh tidak, Tetapi nanti coba saya cek lagi. Mungkin open donasi itu terkait dengan ini ya, maksudnya, kan bayi ini tidak punya apa-apa, mungkin hanya popok atau susu yang mau saja, tapi nanti saya konfirmasi lagi,” ujar Fatmawati Palilati
Kepada bidan desa yang menjadi tujuan open donasi, Titi Santri mengaku tidak pernah membuka open donasi tersebut, justru sebaliknya, kata Titi, ia langsung pergi ke Mini market terdekat untuk membeli kebutuhan bayi secara sendiri.
“Mohon maaf, saya tidak membuka open donasi sama sekali, demi Allah. Sedangkan saja, saya bawa bayi langsung ke indomaret, saya beli susu, beli popok dan kebutuhan lain, yang beredar itu tidak benar, sedangkan bayi ini saja saya suka rawat,” tegas Titi Santri.
Titi Santri juga mengaku sudah ada yang datang memberikan semacam bantuan terhadap bayi. Namun, itupun bukan karena dari open donasi itu. Hanya karena merasa kasihan terhadap kondisi bayi tersebut.
“Sudah ada yang datang. Tapi saya kurang tau itu siapa, orang itu datang mengantar kebutuhan bayi. Itu pun bukan melalui open donasi, hanya karena mungkin orang itu merasa kasihan, kalau untuk open donasi itu tidak benar,” tandas Titi Santri.
(ha/aiim)





