Al-Qur.’an yang Tersisa dari Kobaran Api di Pentadio Barat

Fatra Abdulwahid Husain saat memeriksa sisa puing-puing kebakaran rumahnya, foto/aiimnews.com/Ridwan Gomba
Fatra Abdulwahid Husain saat memeriksa sisa puing-puing kebakaran rumahnya, foto/aiimnews.com/Ridwan Gomba

AIIMNEWS.COM – Api datang tanpa aba-aba. Dalam hitungan menit, sebuah rumah di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, berubah menjadi puing dan abu. Kobaran api melahap hampir seluruh isi rumah, menyisakan duka mendalam bagi pemiliknya yang tak sempat menyelamatkan harta benda berharga.

Fatra Abdulwahid Husain sang pemilik rumah yang saat itu sedang tidak berada dirumahnya merasa terpukul dengan kondisi yang menimpanya. Peristiwa kebakaran itu terjadi saat suasana desa masih relatif tenang.

Bacaan Lainnya

“Saya pada saat itu ada di rumah tua di dusun satu, tiba-tiba ada yang datang ba kasih tau kalau rumah ada ta bakar” ucap Fatra pada Jumat (16/01/2026) kepada aiimnews.com.

Warga sekitar baru menyadari adanya kebakaran setelah asap tebal membumbung tinggi dari salah satu rumah. Teriakan minta tolong memecah keheningan, disusul kepanikan warga yang berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun, si jago merah bergerak lebih cepat. Api dengan mudah menghanguskan perabotan rumah tangga, mulai dari kulkas, televisi, pendingin ruangan (AC), hingga berbagai peralatan rumah lainnya. Tak hanya itu, berkas-berkas penting seperti ijazah dan dokumen berharga lainnya turut lenyap dilalap api.

Akibat insiden tersebut, kerugian materi yang dialami Fatra Abdulwahid Husain, pemilik rumah ditaksir mencapai sekitar kurang lebih Rp100 juta. Jumlah itu menjadi gambaran pahit betapa kerasnya dampak kebakaran yang datang tiba-tiba, tanpa memberi kesempatan untuk bersiap.

Di tengah puing-puing yang hangus dan aroma sisa kebakaran, terdapat satu pemandangan yang menggetarkan hati. Dari seluruh isi rumah, hanya kitab suci Al-Qur.’an yang berhasil diselamatkan. Kitab itu ditemukan dalam kondisi utuh, seolah menjadi saksi bisu atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.

Bagi pemilik rumah, Al-Qur’an yang tersisa bukan sekadar benda. Ia menjadi penguat di tengah cobaan, simbol harapan di saat segala sesuatu terasa hilang. “Harta bisa dicari kembali, tapi ini pengingat agar tetap bersabar,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Baca Juga: Satu Rumah di Pentadio Barat Nyaris Ludes Dilalap Api

Peristiwa kebakaran di Pentadio Barat menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, sekaligus menegaskan bahwa di balik musibah, selalu ada pelajaran dan makna yang tertinggal.

Kini, keluarga korban kebakaran menantikan mujizat besar dengan berencana mendatangi pihak bank BNI untuk mengkonfirmasi tentang musibah tersebut apakah bisa di klaim asuransi atau dihentikan sementara penyetoran.

“Makanya hari Senin ini saya masih ke bank BNI untuk mau mengkonfirmasi permasalahan tersebut,” ucap Fatra.

(rg/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait