Aktivis Pohuwato Rencanakan Aksi Susulan Minta Kapolda Gorontalo Tangkap Yosar Ruiba

Erwin Ibrahim, Salah satu aktivis Pohuawto saat menggelar demo, foto/Ist
Erwin Ibrahim, Salah satu aktivis Pohuawto saat menggelar demo, foto/Ist

AIIMNEWS.COM – Gelombang demonstrasi menentang aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, terus berlanjut, Kamis (24/4/2025).

Sejumlah aktivis dan mahasiswa dari berbagai organisasi, Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan, merencanakan aksi susulan yang lebih besar dalam waktu dekat ini dan meminta Kapolda Gorontalo menangkap Yosar Ruiba sebagai orang yang disinyalir mem-beckup tambang ilegal tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepada media, Salah seorang aktivis di Kabupaten Pohuwato, Erwin Ibrahim, menyatakan, aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat seperti ekskavator telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan di wilayah Dengilo dan sebagainya.

“Kami melihat langsung dampak yang ditimbulkan sangat merusak. Hutan digunduli, sungai tercemar, dan banyak lahan warga menjadi tidak produktif lagi akibat aktivitas tambang ilegal ini,” kata Erwin kepada wartawan.

Aparat Penegek Hukum (APH) dalam hal ini Polda Gorontalo, Polres Pohuwato, hingga Polsek Paguat diminta jangan hanya diam dalam persoalan kerusakan lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang diduga dikoordinir oleh Yosar Ruiba.

“Ada indikasi kuat bahwa praktik tambang ini dibekingi. Kalau tidak ada yang melindungi, mustahil mereka bisa beroperasi secara terang-terangan dengan alat berat. Kami mendesak kepolisian agar tidak tutup mata dan segera menangkap Yosar Ruiba,” tegasnya.

Mereka para aktivis yang tergabung dalam beberapa organisasi ini merencanakan aksi damai di Polda Gorontalo untuk mempertanyakan aktivitas pertambangan ilegal yang menggunakan alat berat di Kabupaten Pohuwato.

(ha/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait