AIIMNEWS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Gorontalo melakukan langkah proaktif dengan melakukan audiensi dan koordinasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai bagian dari upaya jemput bola untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat nelayan di Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD HMNI Provinsi Gorontalo, Ramli Hasan Mapo, berdiskusi langsung dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap sekaligus Ketua Tim Satgas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Ridwan Mulyana mengenai percepatan implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Gorontalo.
Ramli Hasan Mapo menyampaikan, HMNI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai program pemberdayaan nelayan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, penguatan ekonomi biru, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan.
“Kehadiran HMNI di KKP merupakan bentuk komitmen untuk menjemput peluang pembangunan bagi daerah. Kami ingin memastikan masyarakat nelayan Gorontalo memperoleh manfaat maksimal dari program nasional Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Ramli.
Sementara itu, Ridwan Mulyana menegaskan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan menciptakan kawasan nelayan yang modern, mandiri, produktif, dan berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi biru. Program ini terus didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat sektor perikanan nasional.
Audiensi tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah agar pelaksanaan program-program strategis KKP di Gorontalo dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi nelayan.
HMNI Provinsi Gorontalo berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga berbagai aspirasi masyarakat nelayan dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
(redaksi/aiim)





