AIIMNEWS.COM – Kondisi gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo menuai sorotan. Pasalnya, bangunan kantor yang menjadi pusat layanan sektor pendidikan itu tampak memprihatinkan dan terkesan tidak diperhatikan.
Bukti nyata terlihat pada bagian plafon yang ada di Gedung kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo. Sudah seperti tak terawat dan hanya dibiarkan saja tanpa ada perbaikan.

Terpantau, plafon yang rusak dan seolah tak terawat tersebut berada di gedung dua lantai bagian belakang gedung utama kantor Dikbud.
Namun, saat dikonfirmasi, Plt Kadis Dikbud Kabupaten Gorontalo, Safwan Bano justru menyebut bahwa perbaikan gedung bukan menjadi skala prioritas mereka.
“Cuman mo ini kasana kantor, napa sekolah sekolah somo roboh. (Hanya memikirkan kantor, sementara sekolah-sekolah ada yang mau roboh,” ujar Plt Safwan kepada aiiimnews.com, Senin (10/11/2025).
“Tahun depan ini kan belum ada anggaran pemeliharaan. Kemudian ini bukan perioritas yang perioritas itu satuan pendidikan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Dinas, Yasin Alitu juga mengatakan hal yang sama bahwa, dengan besaran anggaran yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat ini pihaknya tidak merencanakan perbaikan Gedung kantor tersebut.
“Kami di Dinas tahun ini memiliki anggaran hampir Rp 300 Miliar. Itu sudah masuk semua. Ada guru dan lain lain,” kata Yasin Alitu.
Kemudian berkaitan dengan plafon yang rusak itu kata dia, anggarannya sudah ditetapkan terlebih dahulu terus plafon itu rusak. Sehingga tidak masuk dan tidak ada pemeliharaan.
“Iya. Itu sejak awal 2025. Kan itu nanti roboh awal 2025. Anggarannya sudah ditetapkan. Sehingga tidak ada anggaran pemeliharaan,” tandas Yasin Alitu.
(ha/aiim)





