AIIMNEWS.COM – Polemik tumpukan sampah di wilayah Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, kian menjadi sorotan masyarakat, Minggu (8/2/2026).
Pasalnya, persoalan sampah yang menumpuk di salah satu titik wilayah tersebut hingga kini belum juga menemukan solusi, sementara para kepala desa setempat justru terkesan saling lempar tanggung jawab.
Baca Juga: Sampah Setinggi Satu Meter Menumpuk di Sungai, Warga: Ada Bau Busuk
Kepala Desa Bulotalangi Rafik Saleh menyatakan, sampah yang menumpuk lokasi tersebut itu bukan berasal dari Desa Bulotalangi karena ada beberapa Desa yang ada di bantaran sungai yang di lalui oleh sampah tersebut sehingga terjadi penumpukan di wilayahnya.
“Ini persoalan sampah memang tidak ada habisnya, sampah yang menumpuk di perbatasan Desa itu bukan berasal dari Desa Bulotalangi, karena di kecamatan Bolango timur ini ada beberapa desa yang ada di bantaran sungai yang di lalui oleh sampah tersebut,” ucap Rafik Saleh
Ia mengatakan, di Kecamatan Bulango Timur ini terdiri dari beberapa desa, diantaranya,Desa Bulotalangi Timur, Desa Bulotalangi, Desa Bulotalangi Barat, Desa Toluwaya, Desa popodu dan Desa Talumopatu.
Rafik juga menyampaikan, Pemerintah Desa Bulotalangi sudah pernah melakukan pembersihan di wilayah tersebut, tapi belum cukup seminggu mereka melakukan pembersihan sampah tersebut sudah menumpuk lagi.
“Sampah tersebut sudah beberapa kali kami bersihkan. Kami di Kecamatan Bolango timur sudah inisiatif beberapa kali bahkan sempat turun dengan TNI/POLRI. Cuman kalau sudah satu minggu sampah sudah menumpuk lagi,” kata dia.
Terpisah, Lukman A Daud, Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa wilayah tersebut tidak termasuk wilayah kerja dinas. melainkan masuk dalam pengawasan balai sungai.
“Jadi titik tersebut itu bukan termasuk wilayah kerja dari dinas lingkungan hidup, titik tersebut dalam pengawasan balai sungai” ucap Lukman.
Lukman juga menyampaikan bahwa persoalan sampah ini bukan juga menjadi tanggung jawab Pemerintah, melainkan perlu juga kesadaran dari masyarakat yang ada di wilayah tersebut.
” Dalam hal ini juga perlu kesadaran dari masyarakat ” tandas Lukman A Daud.
(rg/aiim)





