RSUD Toto Kabila Diduga Lakukan Pungli Terhadap Pasien, Ini Penjelasan Direktur

Penampakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila, foto/aiimnews.com/Ridwan Gomba
Penampakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila, foto/aiimnews.com/Ridwan Gomba

AIIMNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila Diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap keluarga pasien yang kian dirawat di RS tersebut.

Praktik dugaan pungli tersebut muncul setelah adanya pengakuan dari keluarga pasien yang statusnya ialah pasien BPJS. Namun pada tindakan yang dilakukan oleh pihak RS Toto Kabila tersebut pasien kemudian diminta untuk membayar biaya tambahan pada proses persalinan.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari media komparasi.id, Dugaan praktik layanan kesehatan yang tidak transparan mencuat di RSUD Toto Kabila, Gorontalo, menyusul pengakuan keluarga pasien BPJS yang diminta membayar biaya tambahan persalinan eracs tanpa disertai bukti kwitansi.

Padahal Kata Zul, informasi yang diperoleh keluarga dari BPJS Kesehatan dan dokter yang menangani kandungan istrinya, metode eracs dapat ditanggung sepanjang terdapat indikasi medis.

Zulfikar Mokoagow, suami pasien, menyebut pihak rumah sakit meminta biaya tambahan sebesar Rp 1,7 juta jika keluarga tetap menginginkan persalinan dengan metode eracs.

Ia mengaku karena eracs bisa diklaim melalui BPJS, namun karena penyampaian RS maka dirinya bersedia membayar biaya tersebut, dengan satu syarat, adanya bukti pembayaran resmi.

Saya bilang tidak masalah bayar, tapi saya minta kwitansi. Jawaban mereka, tidak bisa mengeluarkan kwitansi. Di situ saya mulai curiga,” ujar Zulfikar.

Ketiadaan kwitansi atas pembayaran layanan medis dinilai sebagai pelanggaran prinsip akuntabilitas, terlebih layanan tersebut berkaitan dengan pasien peserta BPJS Kesehatan yang seharusnya berada dalam sistem administrasi yang ketat dan transparan.

Menanggapi hal itu, Diretur RSUD Toto Kabila Thaib Saleh menjawab, metode eracs belum sempat dilaksanakan kepada pasien yang di sangkakan karena metode tersebut belum resmi diberlakukan rumah sakit ini.

“Sehingga manejemen RSUD Toto Kabila memutuskan untuk tidak dilakukan tindakan tersebut karena eracs salah satu tehnik anastesi yang dilakukan untuk kasus-kasus bedah yang merupakan inovasi baru,”

Thaib Saleh juga menegaskan, kasus dugaan pungli yang sempat beredar tidak sampai pada proses pembayaran karena sudah sempat di berhentikan oleh manajemen rumah sakit karena pihak manajemen takut akan mengarah ke pungli.

”Bulum ada sampe baku kase doi, langsung saya suru batalkan ” ucap Thaib Saleh setelah di temui pada Rabu, (14/01/2026).

Thaib Saleh sudah menemui pasien tersebut dan sudah menjelaskan mengapa pihak rumah sakit harus menghentikan tindakan eracs, apa lagi sampai ada dugaan pungli.

(rg/aiim)

Pos terkait