Wacana Pendirian Bank Daerah, Praktisi Hukum: Kami dukung. Tapi Harus Memadai

Praktisi Hukum, Ronald Van Mansur Nur, foto/Ist
Praktisi Hukum, Ronald Van Mansur Nur, foto/Ist

AIIMNEWS.COM – Wacana pendirian bank daerah di Gorontalo kembali mencuat dalam diskusi publik, baik di kalangan birokrasi maupun masyarakat umum. Meski ide ini dinilai strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi daerah, sejumlah pihak mengingatkan bahwa realisasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Salah satu praktisi hukum di Gorontalo, mengingatkan bahwa pendirian sebuah bank daerah memerlukan proses yang panjang, rumit, dan menyangkut banyak aspek hukum serta regulasi yang ketat.

Bacaan Lainnya

“Tidak semudah itu, Perguso. Pendirian bank melibatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kesiapan modal inti, struktur manajemen, hingga aspek tata kelola yang sangat kompleks,” ujar Ronald Van Mansur Nur.

Menurutnya, pijakan dalam mendirikan sebuah bank daerah yang notabene berada di wilayah Provinsi Gorontalo bukanlah persoalan mudah, dan seringkali mengalami kesulitan dan tantangan, yang dimana tantangan tersebut yakni tidak lepas dari persoalan :

1. Modal awal yang besar
Pendirian bank membutuhkan modal awal yang sangat besar untuk memenuhi persyaratan modal minimum yang ditetapkan oleh otoritas pengawas, mengumpulkan modal sebesar ini, terutama di daerah dengan sumber daya ekonomi terbatas, bisa menjadi tantangan yang signifikan, apalagi saat ini kita memiliki putra-putra terbaik Gorontalo yang diantaranya Sandiaga Uno, Rahmat Gobel dan Rusli Habibie dan masih banyak lagi putra asli daerah yang sukses di Negeri seberang.

2. Sumber daya manusia yang kompeten
Bank memerlukan tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman di bidang perbankan, keuangan, dan manajemen risiko, menemukan dan merekrut profesional yang berkualitas di daerah, terutama di daerah Gorontalo, akan menjadi hal yang sulit sehingga menjadi PR untuk kita semua masyarakat Gorontalo.

3. Infrastruktur yang memadai
Bank memerlukan infrastruktur teknologi informasi (TI) yang handal untuk mendukung operasionalnya, termasuk sistem perbankan inti, jaringan komunikasi, dan keamanan siber, infrastruktur ti yang tidak memadai di daerah dapat menghambat efisiensi dan keamanan operasional bank.

Tak hanya itu, masih banyak lagi tantangan yang akan dihadapi ketika membangun sebuah bank asli daerah berdomisili di Provinsi Gorontalo. Belum lagi pesaing-pesaing bank, regulasi yang ketat oleh otoritas pengawas dan bank daerah harus mematuhi semua peraturan yang berlaku, terutama hal terpenting adalah kondisi perekonomian suatu daerah sangat mempengaruhi perkembangan sebuah bank daerah.

“Dimana jika kondisi ekonomi daerah tersebut sedang kurang baik, maka akan berdampak juga pada pertumbuhan bank daerah tersebut,” jelas Ronald Van Mansur Nur.

(ha/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait