AIIMNEWS.COM – Nasabah Bank Mandiri menyatakan komplain terkait proses lelang rumah yang dinilai tidak transparan dan merugikan mereka, Minggu (17/8/2025).
Dugaan adanya praktik “mafia lelang” mencuat setelah nasabah tersebut mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas soal lelang yang dilakukan oleh pihak bank Mandiri.
Suharni Kono (59), Warga Kelurahan Hunggaluwa, Kabupaten Gorontalo menyampaikan, dirinya kaget setelah rumahnya tiba-tiba diumumkan telah dilelang tanpa pemberitahuan melalui prosedur.
Ia menilai prosedur yang dilakukan pihak bank Mandiri dan pejabat lelang tidak sesuai aturan yang berlaku. Sebab, dalam prosedurnya Suharni mengaku tidak mendapatkan surat pemberitahuan atau semacamnya.
“Tidak ada surat pemberitahuan. Cuman dari pihak bank atas nama Mustamin wa ke saya, ada screenshoot wa nya. Jadi pak, lelang tanggal 13 April 2022, baru saya di wa pada tanggal 19 April 2022,” ungkap Suharni Kono.
Diketahui pinjaman Suharni Kono (59) di bank Mandiri cabang Limboto berjumlah Rp 200 juta dengan masa waktu membayar selama tiga tahun. Hingga saat lelang rumah, Suharni masih berupaya melunasi sisa pinjaman pokok yang tinggal Rp 38.986.566.08.
“Jadi hanya selang 13 hari setelah saya membayar cicilan pinjaman, waktu itu tanggal 31 Maret 2022, tiba-tiba saya di telepon untuk menyampaikan rumah saya sudah masuk lelang, tapi surat-surat lelangnya tidak ada,” kata Suharni Kono.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Mandiri wilayah Gorontalo belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan nasabah tersebut. Mustamin yang namanya disebut serta terlibat dalam proses lelang itu justru merespon dengan mengarahkan media untuk mengirimkan surat terkait permintaan keterangan.
“Ijin pak maaf sebelumnya. Klw Media bpk mw melakukan wawancara sm pihak bank, boleh kirim surat dlu teraitk permintaan keterangannya, kami juga tdk sembarang memberikan informasi ke pihak media, krn kami dsini ada tim masing” yg bisa menanggapi permintaan media Dan kami tdk bisa memberi info tanpa persetujuan dari pimpinan, krn kami dsini py jobdesk masing masing pak,” jawab Mustamin via pesan WhatsApp.
(ha/aiim)





