AIIMNEWS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Iwan Mustapa mendorong generasi muda memanfaatkan kecerdasan Artificial Intelligence (AI) di tengah derasnya arus transformasi teknologi saat ini. Mereka dituntut menjadi pencipta karya, penggerak literasi, sekaligus agen perubahan di ruang digital.
Hal itu disampaikan Iwan saat menghadiri pembekalan peserta Lomba Video Konten Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bone Bolango, Selasa (9/6/2026).
Menurut Iwan, perubahan tersebut tidak bisa dihindari. Satu-satunya pilihan adalah beradaptasi dan meningkatkan kemampuan agar tidak tersingkir oleh perkembangan zaman yang bergerak sangat cepat.
“Sekarang sudah zamannya AI. Siapa yang tidak mampu merespons perubahan, tidak mampu beradaptasi, dan tidak terus melakukan perbaikan, maka akan tertinggal. Karena itu, kita harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” kata Iwan.
Pernyataan itu menjadi refleksi atas realitas yang kini dihadapi generasi muda. Teknologi kecerdasan buatan telah hadir dalam berbagai sektor dan mulai mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga berkomunikasi. Dalam kondisi tersebut, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi menjadi modal penting untuk bersaing.
Namun bagi Iwan, penguasaan teknologi tidak semata soal kemampuan teknis. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.
Ia melihat generasi muda memiliki peluang besar untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana menyebarkan informasi yang edukatif, membangun budaya literasi, serta memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada publik yang lebih luas.
“Anak-anak muda sekarang memiliki akses yang luar biasa terhadap teknologi. Tinggal bagaimana teknologi itu dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Karena itu, Iwan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Lomba Video Konten Literasi yang dinilainya memiliki nilai strategis. Bukan hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga memberikan ruang pembelajaran bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memproduksi konten yang berkualitas.
Menurutnya, proses pembekalan yang diberikan kepada peserta menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kreatif yang sehat. Sebab, kemampuan membuat konten tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga pemahaman tentang literasi, komunikasi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
“Peserta tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka,” tandas Sekda Iwan Mustapa.
(redaksi/aiim)





