AIIMNEWS.COM – Aksi demonstrasi terkait dugaan skandal amoral yang menyeret nama anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Rahmat Maku, fraksi PKB kembali digelar oleh sejumlah massa. Massa menuntut adanya kejelasan serta tindakan tegas dari Badan Kehormatan (BK) yang dinilai mencoreng integritas lembaga.
Koordinator lapangan (korlap) aksi, Supandri Suko menegaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah pencopotan Rahmat Maku dari jabatannya. Ia menilai, selama dugaan tersebut belum dituntaskan, keberadaan yang bersangkutan dapat mengganggu kepercayaan publik.
“Kami datang bukan tanpa alasan. Dugaan skandal ini sudah menjadi perhatian publik, dan kami meminta kepada BK agar Rahmat Maku segera dicopot dari jabatannya demi menjaga marwah lembaga,” tegas Supandri saat diwawancarai awak media.
Selain itu, demonstran mendesak agar BK DPRD Kabupaten Gorontalo segera memproses kasus dugaan skandal dan menyerahkan sebuah rekomendasi pencopotan kepada partai PKB.
“Kami mendesak BK melakukan tindakan pemecatan kepada Rahmat Maku. Dan juga untuk partai PKB kami minta segera mengeluarkan anggota DPRD tersebut,” kata Supandri Suko.
Sementara itu, Ketua BK DPRD Kabupaten Gorontalo, Irman Mooduto menerangkan, bahwa BK telah menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Tindakan yang diambil berupa pemberian sanksi mulai dari teguran lisan hingga teguran tertulis kepada yang bersangkutan.
“Kami di BK sudah memberikan teguran lisan dan tertulis. Batas kewenangan kami hanya sampai di situ. Kami tidak memiliki kewenangan untuk menentukan yang bersangkutan bersalah atau tidak,” ujar Irman.
“Kami tidak bisa melakukan pemecatan. Itu hanya bisa dilakukan jika sudah ada koridor hukum yang kuat, misalnya yang bersangkutan telah berstatus terdakwa dengan tuntutan diatas lima tahun penjara,” tambahnya.
(redaksi/aiim)





