Menyoal Adanya Potongan Gabah di Gilingan King Rice, Bulog: Tanyakan Alasannya

Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo, foto/aiimnews.com
Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo, foto/aiimnews.com

AIIMNEWS.COM – Polemik terkait adanya potongan gabah di salah satu tempat penggilingan, King Rice, menuai sorotan dari para petani, Selasa (14/4/2026)

Menanggapi hal tersebut, Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo meminta agar alasan pemotongan tersebut ditanyakan langsung kepada pengelola penggilingan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bulog Gorontalo, La Ode Suleman Ngkalusa menyampaikan, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam proses pembelian gabah yang dilakukan oleh pihak swasta, termasuk penggilingan padi seperti King Rice.

“Untuk Hal itu baiknya dikonfirmasi lagi ke gilingan king rice, alasan pemotongannya karena apa dan kalau tidak beralasan itu sudah sesuatu yang zalim,” ujar Kepala Bulog La Ode saat dimintai keterangan.

Yang pasti kata La Ode, mereka pihak Bulog tidak ada melakukan pemotongan dalam menyerap gabah petani, baik dari sisi kualitas maupun harga yang mengacu pada ketentuan pemerintah. Dalam proses tersebut, Bulog juga berupaya menjaga transparansi agar tidak merugikan petani.

“Bulog dalam melaksanakan pembelian gabah tidak melakukan pemotongan terhadap timbangan gabah petani,” ucapnya.

Ditanyakan terkait kemitraan antara Bulog dan gilingan King Rice, La Ode menjawab, mereka pernah sekali melakukan kerjasama sama. Namun untuk tahun ini sudah tidak lagi.

“Bulog Gorontalo pernah bekerjasama didalam pengolahan gabah dengan perusahaan gilingan padi King Rice. Tapi itu di tahun 2025. Di 2026 Bulog tidak lagi bekerja sama dengan alasan tidak menui titik temu tentang mekanisme pembelian gabah, pengolahan dan macam-macam,” terang La Ode.

Baca Juga: Petani Keluhkan Adanya Potongan Gabah dan Timbangan di Gilingan King Rice

Di sisi lain, sejumlah petani mengeluhkan adanya potongan gabah dan timbangan yang dinilai cukup memberatkan saat menjual gabah mereka ke penggilingan. Potongan tersebut disebut bervariasi, tergantung kondisi gabah yang dibawa.

“Kadang dipotong dengan alasan kadar air tinggi atau kualitas gabah kurang bagus. Tapi kami berharap ada penjelasan yang lebih terbuka agar petani tidak merasa dirugikan,” ungkap salah satu petani.

Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap praktik pembelian gabah di lapangan, sehingga tidak merugikan pihak petani sebagai produsen utama.

Pemotongan itu menurut keterangan para petani, mereka tidak mengetahuinya. Bahkan mereka terkecoh dengan sebuah postingan akun sosial media (Facebook) @Karmila Helingo yang diketahui sala seorang pihak dari gilingan padi King Rice.

“Gabah masuk lagi guys…

Ayo jual gabah tanpa potongan…” unggah @Karmila Helingo.

“Kami masih terus beli gabah Yach… Tanpa Potongan…” unggah lagi @Karmila Helingo.

Dikonfirmasi mengenai postingannya, Karmila justru menepis, dirinya tidak ingin memberikan keterangan jika hanya lewat telepon.

“Saya tidak mau kasih jawaban kalau di telepon begini. Salah bicara mau jadi berita baru. Kalau mau telepon silahkan telepon pimpinan saya, dengan saya ketemu langsung,” ujarnya dalam via telepon WhatsApp.

(redaksi/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait