AIIMNEWS.COM – Kegiatan event yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) baru-baru ini menarik perhatian, bukan karena kesuksesannya, melainkan karena minimnya jumlah pengunjung.
Anggota Legislatif, Fraksi Gerindra, Zulkifli Nangili, menilai perlu adanya intervensi aktif dari pemerintah untuk mendorong partisipasi publik dalam kegiatan serupa.
Event yang digelar di salah satu pusat konvensi utama di ibu kota tersebut awalnya diharapkan menjadi wadah edukasi ekonomi serta ajang promosi UMKM binaan BI. Namun, rendahnya angka kunjungan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi promosi dan pendekatan yang digunakan.
Zul Nangili menyatakan bahwa kehadiran pemerintah sangat penting dalam menciptakan ekosistem acara yang hidup dan inklusif.
“Ini bukan semata-mata soal event, tapi soal edukasi ekonomi dan penguatan sektor riil. Ketika acara seperti ini sepi, yang perlu dipertanyakan adalah peran pemerintah dalam mendukungnya. Harus ada intervensi baik dari sisi promosi, fasilitasi kehadiran masyarakat, hingga insentif bagi pelaku usaha,” ujar Zul kepada media, Jumat (24/5/2025).
Menurut Zul, intervensi pemerintah tidak selalu harus dalam bentuk anggaran besar, namun bisa melalui kebijakan strategis, seperti pelibatan dari seluruh dinas, hingga sinergi dengan komunitas dan tokoh lokal. Ia juga menyarankan agar pihak penyelenggara lebih aktif dalam menggandeng media dan platform digital untuk menjangkau generasi muda.
“Kalau pemerintah dan BI bersinergi dengan tepat, saya yakin kegiatan seperti ini bisa kembali menarik antusiasme masyarakat. Sekarang ini eranya pendekatan digital dan kolaboratif,” tambahnya.
Event BI tersebut sejatinya mengusung tema besar tentang digitalisasi ekonomi dan digital keuangan, namun keterbatasan sosialisasi dan kurangnya daya tarik program acara disebut-sebut menjadi faktor utama minimnya minat pengunjung.
Zul Nangili berharap ke depan akan ada evaluasi menyeluruh dari pihak penyelenggara dan juga dukungan nyata dari pemerintah agar kegiatan edukatif semacam ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi betul-betul berdampak langsung pada masyarakat.
(ha/aiim)





