AIIMNEWS.COM – Harga sapi di Pasar Hewan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, mengalami lonjakan signifikan menjelang momentum Idul Adha 2026.
Bahkan, sejumlah sapi dengan ukuran besar dan bobot unggulan dikabarkan menembus harga hingga Rp 60 juta per ekor.
Sementara satu ekor sapi yang memiliki bobot dibawah dengan usia sekitar 2 tahunan berada pada harga terendah berkisar kurang lebih Rp 10 jutaan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli di pasar hewan terbesar di wilayah tersebut semakin ramai didatangi pedagang maupun pembeli dari berbagai daerah.
Para peternak mengaku kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat, terutama untuk kebutuhan kurban.
Pengelola pasar Hewan, Umar Mootalu mengatakan, sapi dengan kualitas premium memang mengalami kenaikan harga dibanding hari-hari biasa.

Menurutnya, sapi berukuran jumbo dengan kondisi sehat dan bobot mencapai ratusan kilogram menjadi incaran pembeli.
“Kalau sapi biasa masih di kisaran puluhan juta, tapi untuk yang besar dan kualitas bagus sekarang ada yang sampai Rp 60 juta,” ujarnya.
Selain faktor permintaan yang meningkat, harga pakan ternak dan biaya perawatan juga disebut menjadi alasan naiknya harga jual sapi tahun ini. Meski demikian, minat masyarakat untuk membeli hewan kurban masih cukup tinggi.
Pantauan di lokasi, transaksi jual beli berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Para pembeli terlihat selektif memilih hewan ternak yang dinilai layak untuk kurban, mulai dari kondisi fisik hingga kesehatan sapi.
Sementara itu, salah satu pedagang hewan ternak sapi, Tatrin Dinti memperkirakan hewan yang masuk untuk diperjualbelikan pada hari ini, itu berkisar diatas 1000 ekor sapi.
“Ini cuman perkiraan saya, dan cara saya menghitung cepat, ada kurang lebih 1000 ekor yang masuk dan terjual sampai dengan jam ini, sekitar 500 an ekor,” ungkap Tatrin Dinti saat diwawancarai, Rabu (20/5/2026).
Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan terus melakukan pengawasan kesehatan hewan guna memastikan sapi yang diperjualbelikan tersebut dalam kondisi sehat dan aman untuk masyarakat.
(redaksi/aiim)





