AIIMNEWS.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh BEM Nusantara dan BEM Provinsi Gorontalo di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Gorontalo berakhir ricuh.
Bentrokan antara massa dan aparat tersebut tak terelakkan setelah situasi memanas saat massa aksi tengah melakukan pembakaran ban di depan gerbang Polda Gorontalo.
Dalam insiden itu sempat terjadi aksi dorong mendorong antara massa aksi dan pihak aparat setelah pintu gerbang roboh. Aparat yang berjaga mencoba menghalau massa, namun aksi dorong mendorong pun berubah menjadi kericuhan.
Akibat bentrokan tersebut, beberapa demonstran dilaporkan diamankan oleh pihak kepolisian dengan kondisi memar akibat kericuhan yang terjadi dan dua orang massa aksi sempat dilarikan ke Puskesmas.
“Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi, tapi justru dihadang dan dipukul mundur. Ini bentuk represif!” teriak Koordinator aksi, Harun Alulu sebelum akhirnya diamankan oleh aparat.
Berikut Tuntutan massa aksi:
1. Meminta kapolda untuk menerima beberapa nama oknum kepolisian yang terlibat dalam sindikat jahat di pertambangan rakyat tim joker.
2. Sikap Kapolda terhadap pertambangan rakyat di Pohuwato, bila Kapolda mau fokus pada kesejahteraan rakyat maka biarkan aktivitas pertambangan beraktivitas dan jangan ada pungutan liar pada pelaku yang membawa nama Kapolda atau Dirkrimsus
3. Apabila mau komitmen untuk dengan isu lingkungan maka tutup tambangnya bukan tangkap ekskavator.
4. kami akan menyerahkan dokumen beberapa nama oknum APH yanh sering membawa nama kapolda gorontalo di pertambangan pohuwato.
(ha/aiim)





