AIIMNEWS.COM – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan berkurangnya takaran beras bantuan beredar luas di media sosial dan grup percakapan masyarakat, Jumat, (5/6/2026).
Dalam video tersebut, sejumlah warga terlihat melakukan penimbangan ulang terhadap beras bantuan yang baru diterima dan menemukan adanya selisih dari jumlah yang seharusnya diterima.
Video berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan warga tengah melakukan penimbanan ulang terhadap beras yang sudah terisi pada karung dan dari hasil timbangan yang dilakukan oleh warga serta dibantu oleh pemerintah desa mengalami pengurangan. Timbangan tersebut berkisar mulai dari 16, 17, 17,5, 18, 18,5 kilogram.
Kepala Desa Ulapato, Efendy Nento mengaku bahwa ini pasti sudah masuk unsur kesengajaan yang sistematis yang dilakukan oleh pihak Bulog atau penyalur dan ini sudah masuk ranah pidana.
“Samplingnya sudah ada di kami dan yang berkurang timbangan itu berdasarkan trackingan kita, ada 134 sak atau karung dari total penyaluran 414 karung,” ungkap Efendy.
Tak hanya itu, setelah ditelusuri yang bernasib sama tak hanya Desa Ulapato terdapat penambahan desa di Kecamatan Telaga Biru yang mengalami penguran takaran timbangan Cadangan Beras Pemerintah yang bersumber dari anggaran APBN.
“Ini benar benar temuan dan bukan kelalaian, ini murni unsur kesengajaan dan harus diproses hukum. Pembuktiannya sudah ada, ini pidana lo,” jelasnya.
“Kemudian informasi yang kami terima yang mereka (Pihak penyalur) mau ganti itu hanya yang terdokumentasi. Sementara sudah banyak yang tersalurkan. Sekali lagi ini temuan ini murni pidana,” ujar Efendy Nento.
Sementara itu, Kepala Bulog Gorontalo, La Ode Suleman Ngkalusa saat dikonfirmasi mengenai penyaluran yang bermasalah oleh pihak penyalur mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi kondisinya dan menemukan adanya kenakalan yang dimainkan oleh buruh saat pendistribusia.
“Iya kami sdh dapat kabar juga dari petugas kami di desa, kami sdh identifikasi kondisinya itu dilakukan buruh mobil yg nakal saat distribusi dari gudang ke titik distribusi, mobilnya kt sdh blaklist, dan kekurangan timbangan itu besok akan diselesaikan oleh pihak pengangkut,” jawab Lao Ode via pesan WhatsApp.
Pimpinan Bulog pun mengakui bahwa hal itu merupakan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh buruh. Mereka buruh melakukannya di dalam mobil dengan cara saat pendistribusian berlangsung. Mereka menggunakan pipa untuk menusuk karung beras.
“Betul, dilakukan di mobil saat jalan ke titik diatribusi, karung² beras yg dimuat di truk dikeluarkan dgn cara ditusuk dgn pipa,” ujarnya.
Ditanyakan mengenai langkah atau proses hukum oleh pihak Bulog terhadap buruh yang nakal tersebut, karena ini telah dinilai unsur kesengajaan dan ada dugaan pidananya, La Ode menjawab, “Pelakunya sdh mengakui dan bersedia mengganti kekurangan beras itu ke penerima, pengangkutnya jg sdh kordinasi dgn petugas keamanan Polisi dan Babinsa utk mengawal,” tandasnya.
(redaksi/aiim)





