AIIMNEWS.COM – Mantan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Ismail Azis menilai pernyataan segelintir orang yang menduga Tim Kerja Bupati Gorontalo menjadi biang kerok gaduhnya pemerintahan, sangat tak berdasar.
Bahkan ia juga menyebut pernyataan itu tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
”Tim Kerja Bupati dibentuk untuk menjalankan fungsi komunikasi strategis dan percepatan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pimpinan daerah, bukan untuk mencampuri urusan teknis birokrasi yang sepenuhnya berada dalam kewenangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Saya optimis Tim ini bekerja mendukung, bukan menggantikan peran birokrasi. Setiap kebijakan dan langkah yang diambil tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.
Tak hanya itu, Ismail juga menyesali pemberitaan yang tersebar di beberapa media online yang terkesan spekulatif tanpa mengkonfirmasi kepada pihak terkait.
”Saya hargai itu sebagai bagian dari proses demokrasi, tapi kritik yang tidak dibangun atas data dan komunikasi yang berimbang dapat menciptakan kegaduhan yang justru kontraproduktif terhadap semangat membangun daerah,” ucap Ismail Azis.
Ismail berharap kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk media dan tokoh pemuda, untuk bersama-sama menjaga stabilitas pemerintahan demi pelayanan publik yang lebih baik, bukan malah membuat keruh suasana dengan narasi yang belum terverifikasi dan juga saat ini pemerintahan Sofyan-Tony memiliki komitmen kuat untuk menjaga profesionalisme, akuntabilitas, dan keterbukaan dalam setiap proses pemerintahan.
”Saya yakin, evaluasi internal pasti selalu dilakukan Pak Bupati dan Wakilnya, karena itu bagian dari mekanisme yang terus dilakukan,” ungkap Ismail Azis selaku Sekretaris Hipmi Kabupaten Gorontalo, (adv)
(ha/aiim)





