Panggung Spektakuler Malam ini Memeriahkan PENAS KTNA 2026

Flayer Road to PENAS. Panggung spektakuler di Menara Pakaya Tower Limboto, foto/Istimewah
Flayer Road to PENAS. Panggung spektakuler di Menara Pakaya Tower Limboto, foto/Istimewah

AIIMNEWS.COM – Hitung mundur menuju pelaksanaan Pekan Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII Gorontalo 2026 terus bergulir. Di tengah berbagai persiapan teknis dan pembangunan infrastruktur pendukung, panitia menghadirkan pendekatan berbeda untuk menghidupkan semangat masyarakat: sebuah malam hiburan yang dikemas dalam tajuk Road to PENAS KTNA 2026.

Sabtu malam, 6 Juni 2026, kawasan Pelataran Pakaya Tower Limboto diproyeksikan menjadi pusat keramaian. Ribuan warga diperkirakan memadati ruang publik tersebut untuk menyaksikan penampilan spesial Sedjiwa Band dalam sebuah konser terbuka yang menjadi bagian dari rangkaian promosi menuju hajatan nasional petani dan nelayan terbesar di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan musik. Di balik dentuman lagu dan gemerlap lampu panggung, tersimpan pesan yang lebih besar: membangun kedekatan antara masyarakat dengan agenda nasional yang akan membawa nama Gorontalo ke panggung pertanian Indonesia.

Panitia Road to PENAS KTNA 2026 menyiapkan panggung hiburan yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Tata cahaya modern, sistem suara berkapasitas besar, hingga konsep pertunjukan yang terbuka untuk seluruh kalangan menjadi daya tarik utama.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang hangat sekaligus membangkitkan antusiasme masyarakat menyambut PENAS KTNA XVII Gorontalo 2026. Ini bukan hanya acara hiburan, tetapi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap agenda nasional yang akan dilaksanakan di Gorontalo,” ujar salah satu perwakilan panitia.

Sedjiwa Band dipilih sebagai pengisi utama karena dinilai memiliki kedekatan dengan berbagai segmen penonton. Grup musik tersebut dijadwalkan membawakan sejumlah lagu populer yang selama ini dikenal mampu membangun interaksi dengan penonton.

Pemilihan konser musik sebagai bagian dari promosi PENAS juga mencerminkan perubahan pendekatan dalam memperkenalkan kegiatan pertanian kepada publik. Jika selama ini sektor pertanian kerap dipandang identik dengan aktivitas formal dan teknis, penyelenggara mencoba menghadirkan wajah yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pendekatan tersebut dianggap penting mengingat PENAS bukan hanya milik petani dan nelayan, melainkan ruang bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran acara hiburan menjadi jembatan untuk memperluas partisipasi publik sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang diusung dalam perhelatan nasional tersebut.

Atmosfer kebersamaan menjadi tema utama yang ingin dibangun. Masyarakat diajak datang bersama keluarga, sahabat, komunitas, maupun rekan kerja untuk menikmati malam hiburan di pusat Kota Limboto.

Menurut panitia, semangat gotong royong yang selama ini menjadi fondasi sektor pertanian dan perikanan Indonesia juga ingin diterjemahkan dalam suasana yang lebih cair dan inklusif. Musik dipilih sebagai medium karena memiliki kemampuan menyatukan berbagai kelompok tanpa sekat.

“PENAS adalah ruang pertemuan besar bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Semangat itu yang ingin mulai kami bangun dari sekarang melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas,” kata panitia.

Pelaksanaan Road to PENAS KTNA 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Gorontalo sebagai tuan rumah yang siap menyambut tamu dari berbagai daerah. Pemerintah daerah dan panitia terus mendorong berbagai kegiatan publik untuk meningkatkan gaung penyelenggaraan PENAS sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait