Pemkab Bone Bolango Tingkatkan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Kemarau Panjang

Rapat forkopimda terkait upaya antisipasi kekeringan panjang, foto/istimewa
Rapat forkopimda terkait upaya antisipasi kekeringan panjang, foto/istimewa

AIIMNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango resmi meningkatkan status kesiapsiagaan guna menghadapi ancaman bencana kekeringan ekstrem sepanjang musim kemarau 2026.

Langkah cepat ini diambil untuk melindungi ketersediaan air bersih warga, menyelamatkan sektor pertanian dari risiko gagal panen, serta menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bacaan Lainnya

Kesiapan tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi khusus antara pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di ruang kerja Bupati Bone Bolango, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tingkat kekeringan di Provinsi Gorontalo pada periode Juli hingga September 2026 didominasi kategori agak kering, sementara sejumlah wilayah diperkirakan masuk kategori kering.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengingat daerah ini termasuk wilayah yang rentan terdampak fenomena iklim ekstrem, khususnya kemarau panjang.

Pemerintah daerah mencatat sejumlah dampak yang berpotensi terjadi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan. Salah satunya adalah ancaman krisis air bersih di beberapa kecamatan, terutama wilayah pesisir dan dataran tinggi yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan.

Di sektor pertanian, kekeringan berpotensi menyebabkan penurunan produktivitas lahan sawah dan hortikultura, bahkan memicu gagal panen akibat berkurangnya debit air serta mengeringnya saluran irigasi primer maupun sekunder yang menjadi sumber pengairan utama petani.

Selain itu, meningkatnya suhu udara dan mengeringnya vegetasi selama musim kemarau juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kawasan yang memiliki tutupan semak dan lahan terbuka.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat.

Upaya tersebut meliputi pemantauan ketersediaan air bersih, koordinasi dengan instansi terkait untuk distribusi air kepada masyarakat, serta peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan bencana.

(redaksi/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait