AIIMNEWS.COM — Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus terus memperkuat sinergi dalam mengawal arah pembangunan Kabupaten Gorontalo di tengah tekanan fiskal daerah.
Kesamaan visi keduanya tercermin dalam penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gorontalo Tahun Anggaran 2026. Pemerintah daerah berupaya memastikan keterbatasan ruang fiskal tidak menghambat pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Gorontalo, Rabu (26/8/2026), Bupati Sofyan menegaskan bahwa perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tidak semata-mata berkaitan dengan penyesuaian angka anggaran.
Menurutnya, perubahan anggaran harus menjadi momentum untuk menajamkan prioritas dan memastikan setiap rupiah yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perubahan anggaran kali ini berada dalam situasi fiskal yang penuh tantangan. Karena itu diperlukan ketajaman dalam menentukan prioritas, kehati-hatian serta responsivitas kebijakan,” ujar Sofyan.
Tekanan fiskal tersebut terlihat dari perubahan sejumlah komponen transfer ke daerah. Kabupaten Gorontalo memperoleh tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp53,66 miliar dan kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp4,56 miliar.
Namun, pada saat yang sama, Dana Desa mengalami pengurangan sebesar Rp82,99 miliar.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan penajaman terhadap program dan kegiatan yang akan dibiayai melalui perubahan APBD 2026. Efisiensi dan ketepatan prioritas menjadi penting agar keterbatasan anggaran tidak berdampak terhadap pelayanan dasar masyarakat.
Dalam arah kebijakan pemerintahan Sofyan–Tonny, sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi perhatian. Di antaranya pemenuhan hak keuangan aparatur sipil negara (ASN) dan pemerintah desa, keberlanjutan pembangunan desa, pelayanan publik, penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sinkronisasi Arah Pembangunan
Kesamaan arah Sofyan dan Tonny juga terlihat dalam penyusunan agenda pembangunan 2027. Pemerintah daerah mendorong agar setiap program disusun lebih fokus, terukur dan memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Sektor ekonomi kerakyatan, pelayanan dasar, kesehatan, pendidikan hingga penguatan UMKM menjadi bagian dari agenda yang terus mendapat perhatian.
Di sisi lain, Wakil Bupati Tonny S. Junus turut mengambil peran dalam mengawal berbagai agenda strategis pemerintahan. Dalam sejumlah kesempatan, Tonny mendampingi maupun mewakili Bupati dalam menjalankan tugas pemerintahan dan menyampaikan berbagai kebutuhan daerah.
Upaya tersebut, antara lain, diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan dukungan pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan Kabupaten Gorontalo, khususnya di bidang infrastruktur.
Dengan kondisi fiskal yang masih penuh tantangan, sinergi kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konsistensi pembangunan. Pemerintah Kabupaten Gorontalo kini dituntut tidak hanya mampu mengelola anggaran secara hati-hati, tetapi juga memastikan setiap kebijakan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Bagi Sofyan–Tonny, keterbatasan fiskal bukan alasan untuk mengurangi perhatian terhadap masyarakat. Justru, kondisi tersebut menjadi dasar untuk menempatkan program yang paling mendesak dan berdampak langsung sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
(radaksi/aiim)





