Video Perkelahian Siswi SMP Tilongkabila Viral, Dikbud Bertindak

Perkelahian antar pelajar di Bone Bolango, Sumber: Tangkapan Layar Video
Perkelahian antar pelajar di Bone Bolango, Sumber: Tangkapan Layar Video

AIIMNEWS.COM – Video perkelahian yang melibatkan dua siswi SMP Negeri 1 Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, menjadi perhatian publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial.

Peristiwa yang terjadi di kawasan Pasar Bongoime pada Kamis (22/10/2026) itu berlangsung di luar jam sekolah, sekitar pukul 15.00 Wita. Sejumlah siswa terlihat berada di lokasi kejadian, sementara dalam informasi yang disampaikan pihak terkait, tidak tampak upaya untuk melerai perkelahian tersebut.

Bacaan Lainnya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango membenarkan kejadian itu. Pihak dinas pun meminta sekolah mengambil langkah penanganan terhadap siswi yang terlibat maupun siswa yang menyebarkan rekaman perkelahian.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bone Bolango, Basir Noho, mengatakan berdasarkan laporan Kepala SMPN 1 Tilongkabila, kedua siswi yang terlibat masih duduk di kelas VII.

“Berdasarkan konfirmasi kami dengan kepala SMPN 1 Tilongkabila, kejadian tersebut benar terjadi di luar jam sekolah,” kata Basir.

Menurutnya, pihak sekolah baru mengetahui peristiwa tersebut pada Jumat pagi, setelah video perkelahian beredar. Sekolah kemudian memanggil kedua siswi yang terlibat serta siswa yang diduga menyebarkan rekaman itu untuk dimintai keterangan.

Basir menjelaskan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai melalui penanganan pihak sekolah bersama komite sekolah. Meski demikian, langkah pembinaan tetap akan dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sekolah juga berencana melibatkan orang tua kedua siswi dalam proses pembimbingan dan pendampingan melalui guru bimbingan konseling (BK). Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami dampak perilaku kekerasan serta pentingnya menyelesaikan persoalan tanpa perkelahian.

Selain pembinaan terhadap siswi yang terlibat, Basir menyebut pihak sekolah mempertimbangkan pemberian sanksi tegas kepada siswa yang menyebarkan video perkelahian tersebut.

Langkah itu, menurutnya, menjadi bagian dari upaya korektif sekaligus pembelajaran bagi siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarluaskan rekaman yang dapat memperburuk persoalan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya peran sekolah, orang tua, dan lingkungan pergaulan dalam mencegah kekerasan antar pelajar. Penanganan tidak hanya berfokus pada penyelesaian konflik, tetapi juga pembinaan agar siswa mampu membangun hubungan sosial yang sehat dan bertanggung jawab.

(redaksi/aiim)

 

**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp dan akun TikTok aiimnews.com

Pos terkait